Tel. +62 21 2728 4335, Email: apgemilang@gmail.com 
082111703888, 087771093888, 081510052899  Area Jawa Timur / Jawa Tengah

 

 
 
 Print  |   Bookmark 

 

Teknik Pengecatan Rumah | Cara Pengecatan Tembok  

 

  

Teknik pengecatan yang digunakan pada tembok yang baru dengan tembok lama berbeda.  Hal ini dikarenakan kondisi tembok lama dan baru tentu saja berbeda. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengecatan, baik sebelum memulai pengecatan, ataupun saat proses pengecatan tersebut dilakukan.    

Kondisi dinding yang baru cenderung masih basah karena fisiknya yang baru. Dinding baru tersebut membutuhkan proses pengerasan semen pada plesteran beton supaya dapat mengering dengan sempurna. Proses pengeringan ini biasanya memerlukan waktu sekitar 28 hari atau sampai pH di bawah 9. Dengan melakukan pengecatan pada dinding yang pH nya di bawah 9 ini akan mencegah terjadinya cat yang mengelupas. 

Pengecatan pada tembok lama biasanya lebih rumit, terutama apabila pada tembok yang lembab dan juga berjamur. Kotoran-kotoran seperti jamur yang ada pada dinding harus dicuci dan dibersihkan terlebih dahulu. Pengecatan yang dilakukan pada dinding yang lembab tanpa dibersihkan terlebih dahulu akan sia-sia. Karena cat tidak akan menempel dengan sempurna dan hasilnya akan menggelembung, mengelupas, juga akan menimbulkan bercak-bercak noda.  

Sebelum melakukan pengecatan pada dinding yang lembab, sebaiknya hal-hal yang menjadi penyebab kelembaban tersebut dibersihkan atau dihilangkan terlebih dahulu. Setelah bersih anda dapat memulai proses pengecatan, seperti mengamplas permukaan dinding lama kemudian melapisi dinding tersebut dengan cat dasar yang memiliki sifat tahan air. Cat dasar ini digunakan untuk mencegah air yang merembes ke permukaan dinding, sehingga cat bisa menempel dengan sempurna. Setelah cat kering barulah anda dapat mengecat tembok anda.  

Berbeda dengan teknik atau cara pengecatan tembok pada dinding yang berjamur. Jamur pada dinding muncul karena kondisi dinding yang lembab. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membersihkan jamur-jamur yang ada pada permukaan dinding tersebut. Sebaiknya anda membersihkan jamur-jamur tersebut sampai pada akarnya, dengan cara menggunakan bahan kimia. Setelah membersihkan dan menghilangkan jamur, cuci dinding yang akan dicat. Setelah tembok kering, anda dapat mengecat tembok dengan cat dasar dan kemudian dilanjutkan dengan cat dinding.

Pada dinding yang mengapur anda dapat membersihkan cat yang sudah mengapur tersebut sampai ke dasar. Setelah itu cuci dengan larutan air kaporit. Proses pengecatan dapat dimulai saat permukaan dinding sudah dalam keadaan yang halus teramplas, dan juga telah dilapisi dengan cat dasar. Anda dapat melakukan pengecatan dengan menggunakan kuas ataupun roll.  

 

  

 Top of page