Solvent / Thinner: Pelarut Cat, Pelarut Tinta
Solvent / thinner banyak dipakai sebagai pelarut dalam
pembuatan cat ataupun tinta. Selain dipakai dalam proses produksi,
thinner juga dipakai pada proses
pengecatan.
Pelarut yang paling umum dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Kebanyakan pelarut yang sering digunakan lainnya adalah zat kimia organik (mengandungkarbon). Ini disebut pelarut organik. Pelarut biasanya memiliki titik didih yang rendah dan mudah menguap atau dapat dihilangkan dengan
distilasi,dan meninggalkan zat terlarut.
Untuk membedakan
antara zat terlarut dan pelarut, pelarut biasanya hadir dalam jumlah yang lebih besar.
Pelarut juga dapat digunakan untuk mengekstrak senyawa larut dari campuran. Contoh yang paling umum adalah menyeduh kopi atau teh dengan air panas. Pelarut biasanya cairan jernih dan tidak berwarna dan kebanyakan memiliki bau yang khas.
Konsentrasi larutan adalah jumlah senyawa yang larut dalam volume tertentu pelarut. Kelarutan adalah jumlah maksimal senyawa yang larut dalam volume tertentu pelarut pada suhu tertentu. Pelarut organik umumnya
digunakan untuk dry cleaning (misalnya tetrachlorethylene), sebagai pengencer cat (misalnya toluene, terpentin/SMT), untuk
cat kuku dan pelarut lem (aceton, methyl acetat, ethylacetat), dipakai untuk penghilang
noda(misalnya heksana, eter bensin ), dalam deterjen (terpene jeruk), dalam parfum (ethanol), dan dalam sintesis kimia. Penggunaan pelarut anorganik (selain air) biasanya terbatas untuk penelitian kimia dan beberapa proses teknologi.
|